Beberapa hal yang bisa Anda
lakukan dengan .htaccess antara lain :
Customize Error Messages
Jika Anda ingin mengubah halaman
error server, Anda bisa menggunakan .htaccess untuk mendefinisikan
pesan error Anda sendiri. Kemampuan ini didiskusikan di bagian Custom
Error Message dari manual ini. Contoh syntax ini adalah:
ErrorDocument 500 /error.html
Override SSI Settings
Secara default, hanya page dengan
extensi .shtml yang bisa menjalankan server-side termasuk SSI di
server. Anda bisa mengubah hal tersebut di file .htaccess
Jika Anda mau mengubah konfigurasi
tersebut sehingga SSI bisa bekerja dengan dokumen HTML, Anda bisa
membuat file.htaccess dan menguploadnya ke direkroti utama www.
Tambahkan baris berikut ke file tsb
AddType text/html .html
AddHandler server-parsed .html
Jika Anda mau dokumen .html dan .htm
untuk menjalankan SSI, buat file .htaccess dengan tambahan baris
berikut
AddType text/html .html
AddHandler server-parsed .html
AddHandler server-parsed .htm
Change Your Default Home Page
Agar user bisa mengakses site Anda
hanya dengan nama domain saja (http://www.site.net) tanpa harus
menulis nama file secara jelas (http:www.site.net/file.html), Anda
harus mempunyai file index di direktori www. Nama file yang bisa
diterima antara lain index.html, index.htm, index.cgi, index.php dll.
Pastikan bahwa file tsb bernama index.*
Ada tingkatan dalam pemberian nama
tersebut. Jika Anda punya index.cgi & index.html di direktori Anda
maka server akan menampilkan index.cgi karena .cgi memiliki tingkatan
yang lebih tinggi daripada .html
Dengan .htaccess, Anda bisa
mendefinisikan file index tambahan atau bisa juga mengubah urutan
tingkatannya. Untuk mendefiniskan hoeronymous.html sebagai halaman
index, tambahkan baris berikut ke file .htaccess
DirectoryIndex
hieronymous.html
Hal ini akan membuat server mencari
file bernama hieronymous.html. Jika server menemukannya maka server
akan menampilkannya. Tapi bila tidak, maka server akan menampilkan
error 404 Missing Page
Untuk mengubah urutan tingkatan,
masukkan perintah DirectoryIndex dengan nama-nama file dalam satu
baris. Urutan penulisan file2 tersebut menentukan urutan tingkatan,
contohnya:
DirectoryIndex
hieronymous.html index.cgi index.php index.html
Enable Directory Browsing
Untuk alasan keamanan, kami telah
menghilangkan default setting yang memungkinkan directory indexing.
Opsi inilah yang memungkinkan isi dari direktori untuk ditampilkan di
browser jika direktori tersebut tidak mempunyai halaman index
Contohnya, jika Anda membuat sebuah
http call ke direkori seperti http://yourdomain.com/images/, maka
browser akan menampilkan daftar images di dalam direktori tersebut
Jika Anda menginginkan opsi ini pada
direktori tertentu, Anda bisa mengaktifkannya dengan menambahkan baris
berikut ke file .htaccess
Options +Indexes
Block Users from Accessing
Your Web Site
Jika Anda ingin mem-blok access untuk
beberapa individu dan Anda mengetahui IP / domain name yang digunakan,
tambahkan baris berikut :
order deny,allow
deny from 123.456.789.000
deny from 456.78.90.
deny from .aol.com
allow from all
Pada contoh di atas, user dg IP
123.456.789.000 akan diblok. Semua user antara 456.78.90.000 sampai
456.78.90.999 akan diblok. Dan semua user yang terhubung dari AOL.com
akan diblok. Jika mereka mencoba mengakses situs Anda, maka akan
tampil error 403 Forbidden (”You do not have permission to access this
site”)
Redirect Visitors to a New
Page or Directory
Misalkan Anda membuat ulang
seluruh websitemu, me-rename halaman & direktori. Maka pengunjung
halaman lama akan mendapat error 404 File Not Found. Masalah tersebut
dapat diatasi dengan melakukan redirect dari halaman lama ke halaman
yang baru. Contohnya bila halaman lama-mu adalah oldpage.html dan
halaman baru adalah newpage.html maka perintahnya adalah:
Redirect permanent /oldpage.html
http://www.domainanda.com/newpage.html
Jika Anda me-rename direktori, maka
command-nya adalah:
Redirect permanent /olddirectory
http://www.domainanda.com/newdirectory/
Perhatikan bahwa nama direktori yang
lama ditulis dengan relative path, sementara yang baru ditulis dengan
URL absolut
Prevent Hot Linking and
Bandwidth Leeching
Untuk mencegah orang lain me-link
secara langsung ke direktori image Anda dari website mereka, gunakan:
RewriteEngine on
RewriteCond %{HTTP_REFERER} !^$
RewriteCond %{HTTP_REFERER} !^http://(www\.)?domainanda.com/.*$ [NC]
RewriteRule \.(gif|jpg)$ - [F]
Perintah tersebut akan membuat
direktori image hanya bisa diakses bila user sedang mengakses
www.domainanda.com
Jika Anda merasa jengkel, Anda bisa
membuat sebuah image alternatif bila direktori image-mu di-link.
Contohnya image nosteal.gif yang bertuliskan: “Stealing is Bad … visit
http://domainanda.com to see the real picture that belongs here.” Maka
gunakan perintah:
RewriteEngine on
RewriteCond %{HTTP_REFERER} !^$
RewriteCond %{HTTP_REFERER} !^http://(www\.)?domainanda.com/.*$ [NC]
RewriteRule \.(gif|jpg)$ http://www.domainanda.com/dontsteal.gif [R,L]
Prevent viewing of .htaccess
or other files
Untuk mencegah user mengakses file .htaccess,
ketikkan perintah:
order allow,deny
deny from all
Jika Anda mau mencegah pengaksesan
file lain, ganti nama file .htaccess dengan nama file yang lain
Semoga Dapat Berguna.
Artikel ini ditranslate dari
http://www.hostingmanual.net/